Kisah dariku dan untukku....
Seza begitu asyik sedang senyum-senyum sendiri tidak karuan di depan kelas seusai mata kuliah Translation, salah satu mata kuliah yang ia sukai. Tingkahnya yang aneh mengundang awan-awan pertanyaan yang muncul diatas kepala sahabat-sahabatnya. Terutama sahabat terlucunya, Mita. Tak segan-segan Mita pun langsung membuyarkan lamunannya.
"Hey, non..mikirin apa?? sambil menepuk pundaknya yang agak tegap.
"Mita...ngagetin saja dirimu, sambil ngoceh kesana-kemari. "Aku lagi memikirkan sesuatu yang indah-indah tentunya", ucapku dengan santai. Hanya itu yang selalu Seza jawab terhadap pertanyaan yang menumpuk sekalipun, karena ia tidah pernah leluasa untuk menceritakan masalah apapun yang sedang terjadi dengan dirinya. Dia lebih suka memendam dalam perasaannya sendiri. Bisa dikatakan seseorang bertipe kepribadian sejenis melancholic. Seza masih asyik dengan kesenderiannya tidak memperdulikan sekitarnya bahwa sahabat-sahabatnya riuh dengan canda tawa.
![]() |
| don't let this heart alone |
Kemarin, tepatnya hari Selasa tanggal 26 April 2011. Sebuah kabar terindah yang diberikan oleh seseorang yang ia sayangi. Lelaki itu adalah Deza. Deza telah menjalin hubungan yang begitu dekat dengan Seza, hingga kedua orang tua Deza telah mengetahui hubungan mereka. Deza yang kini telah berusia 21 tahun, masih terus berjuang agar dapat belajar sekaligus bekerja di tempat yang sudah menjadi impiannya. Impiannya sejak kecil hingga saat ini meskipun telah berulang kali ia mengalami kegagalan, tapi semangatnya begitu tinggi. Bisa belajar di dinas kemiliteran adalah cita-citanya. Dan saat ini, tanggal 27 April akan di umumkan apakah dia bisa belajar di dinas tersebut untuk mewujudkan semua impiannya, setelah beberapa tahap yang lalu telah ia lewati dengan akhir kebahagiaan.
![]() |
| I'm alone |
Sebenarnya untuk tanggal 26 April, sebuah kartu merah di tangan Deza telah tersedia untuk diberikan kepada Seza, itu artinya setelah itu untuk sementara waktu mereka akan sulit menjalin komunikasi, baik itu sms, telfon bahkan saling bertemu. Karena pengumuman pada tanggal 26 tersebut , bisa dikatakan 99% sudah bisa lulus. Di tambah hari berikutnya tanggal 27 April, jelaslah bahwa perpisahan itu akan terjadi. Kembali lagi dengan Seza, yang terus menerus cemas, jantung berdetak sangat cepat, bahkan Seza mondar-mandir nggak karuan, menunggu kabar berita terbaik yang akan diucapkan oleh Deza.
"Seza mohon kepadaMu, berikan jalan hidup yang terbaik untuk Deza, agar ia bisa membahagiakan kedua orang tuanya, dan menjalani kehidupan yang indah di masa depannya", ucapku dalam hati.
Seza terus melihat jam pada handphone setianya, dan masih menunggu Deza untuk menghubunginya.Sekitar pukul 04.45 sore, sebuah nama kesayangan di handphonenya * Ulat Bulu memanggil....Seza pun tak sabar untuk segera menekan tombol answer. Pembicaraan yang sangat sebentar, hanya membuat Seza kaget penuh bahagia, haru, sedih bahkan membuatnya hanya terdiam. Ternyata jelaslah bahwa Deza telah diterima di dinas tersebut untuk bisa mengikuti Pendidikan sekaligus bekerja. Sungguh saat itu Seza benar-benar senang mendengar ekspresi yang benar-benar bahagia dari mulut Deza, ia begitu sangat bersemangat, sayangnya Deza hanya bisa sebentar menghubungi Seza. Setelah telfon terputus, derai air mata lagsung seketika itu juga menetes lembut di pipinya yang halus. Seza hampir tak kuat menerima semua ini, karena dengan diterimanya Deza di dinas itu, jelas sekali untuk sementara komunikasi terputus. Seza yang begitu penuh manja kepada Deza, akan menjalani hari-hari sepi dan tak bersemangat tanpa Deza yang selalu ada untuk terus bercanda, perhatian dan selalu memberi semangat.
Saat itu, dada Seza begitu sesak, karena ia tidak ingin jika nantinya seperti ini, tanpa ada Deza yang selalu menemaninya, meskipun ini adalah jalan tepat yang akan dilalui oleh Deza. Seza tau jika ia sedih atau marah karena ia telah diberi Red Card dari Deza yang berarti Seza akan resmi ditinggal sementara oleh Deza, itu adalah hal yang konyol. Tapi Seza juga manusia yang sangat berperasaan, pasalnya Deza akan menjalani pendidikan selama 5 bulan, dalam waktu itu tidak ada komunikasi. Seza hanya bisa memeluk sahabat tersayangnya dan meluapkan segala kesedihan yang ia rasakan. Sungguh rasanya sangat sakit bagi Seza untuk dibiarkan sendiri. Seza yakin, perasaan sakit ini hanya bertahan untuk di awal-awal kepergian Deza. Seza pasti kuat menjalani semuanya, ia yakin begitu banyak orang disekeliling yang begitu perhatian terhadapku, ucap Seza penuh yakin. Seza pun harus menjalaninya dengan sabar, ikhlas, dan tetap penuh keceriaan dalam hari-hari indahnya.
Tunggu kisah selanjutnya dari *SparKling ya....
* Note : "Red Card of April, 26 is available in your hand, please don't make me sad again. I want you to make me smile." Right here always waiting for you*_^









0 comments:
Post a Comment